Dampak Tenggelamnya Kapal Di PT ASL , Diduga Puluhan Pekerja Meninggal Dunia
Topitoday, Batam – Pristiwa tragis di galangan PT ASL Shypiard Indonesia kembali terjadi. . Sebuah kapal yang sedang dalam proses perbaikan di area galangan kapal PT ASL dikabarkan tenggelam, dan diduga menyebabkan sejumlah pekerja meninggal dunia. (6/3/2026)
Informasi awal yang didapatkan media ini, dugaan kecelakaan kerja tersebut dikabarkan menelan puluhan korban jiwan tenaga kerja. Sementara baru dua orang korban yang sudah di rumah sakit RS Aini, lainnya masih dalam proses pencarian.
Selanjutnya, dari informasi yang dihimpun di sekitar RS Mutiara Aini, Batuaji, dua orang pekerja yang meninggal dunia telah dibawa ke kamar jenazah rumah sakit tersebut. Hingga saat ini, kabarnya baru empat korban yang berhasil ditemukan, enam pekerja lainnya dilaporkan masih dalam pencarian. Para pekerja tersebut diduga terjebak di bagian bawah lantai dasar kapal yang tenggelam saat proses perbaikan berlangsung.
Akibat terjadinya peristiwa ini setidaknya telah menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal tersebut. Sebab belum lama ini, insiden laka kerja juga pernah dilaporkan terjadi dan menyebabkan beberapa tenaga kerja meninggal dunia.
Dampak dari seringnya terjadi kecelakaan kerja di PT ASL tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait bagaimana penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut.
“Peristiwa ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi. Karena itu perlu evaluasi serius terhadap sistem keselamatan kerja di perusahaan itu” ujar salah seorang sumber di seputaran RS Mutiara Aini
Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui secara pasti jumlah keseluruhan pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Tim di lapangan masih melakukan upaya pencarian terhadap para pekerja yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Sementara itu, pihak manajemen PT ASL saat ini belum dapat dimintai keterangan resmi untuk memastikan jumlah korban meninggal dunia maupun pekerja yang masih dalam pencarian.
Diharapkan pihak berwenang segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, sekaligus memastikan standar keselamatan kerja di lingkungan perusahaan tersebut. (*)

Tidak ada komentar